7. Al A'raaf : 187

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Tampilkan postingan dengan label Kiamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiamat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2009

DEKATNYA HARI KIAMAT

Ayat Al qur’an dan hadits shahih menunjukkan telah dekatnya kiamat karena munculnya tanda-tanda kiamat itu menunjukkan dekatnya kiamat, dan kita berada pada akhir ( zaman ) dunia. Allah swt berfirman:

“ Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka. Sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling ( daripadanya ).” ( QS Al Anbiyaa: 1 ).

Allah juga berfirman:

“ Dan tahukah kamu ( hai Muhammad ), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” ( QS Al Ahzab: 63 ).


Allah berfirman:

“ Sesungguhnya mereka memandang siksaan itu jauh ( mustahil . Sedangkan Kami memandangnya dekat ( pasti terjadi ).” ( QS Al Ma’arij: 6-7 ).

Allah berfirman :

“ Telah dekat ( datangnya ) saat itu dan telah terbelah bulan.” ( QS Al Qamar: 1 )

Dan masih banyak ayat lainnya yang menunjukkan telah dekatnya hari kesudahan dunia untuk menuju ke negeri akhirat, yang setiap manusia akan memperoleh hasil perbuatannya. Jika baik, maka dibalas baik, jika buruk maka dibalas buruk. Rasulullah saw bersabda,” Saya diutus dan hari kiamat, seperti dua perkara ini.” Dan Nabi mengisyaratkan dua jari-jarinya dan memanjangkannya. ( Shahih Bukhari 11/ 3747 ). Dan Rasulullah saw bersabda,” Saya diutus dalam permulaan kiamat.” Sabda Rasul lainnya,” Ajal kalian itu antara sholat ashar dan terbenamnya matahari.” ( Shahih bukhari 6/ 495 ).

Dari Ibnu Umar, ia berkata,” Kami duduk di sisi Rasulullah saw dan waktu itu matahari sudah tertutup Gunung Quaiqi’an ( sebuah gunung di Makkah. Lihat An Nihayah Ibnu Atsir 3/88 san Syarah Musnad Ahmad 8/ 176 Ahmad Syakir ). Setelah ashar, Nabi saw bersabda,’ Tiadalah umur kalian dibandingkan dengan umur orang dahulu kecuali seperti sisa siang hari yang sudah lewat.” (Musnad Ahmad 8/176 hadits nomor 5966 ).

Dan ini menunjukkan bahwa sisa tersebut termasuk sesuatu yang sedikit, tetapi ketentuannya tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah, dan tidak ada satupun ketentuan waktu yang sah riwayatnya dari Rasulullah saw yang ma’shum. Akan tetapi waktu yang tersisa sangat sedikit, dibandingkan dengan waktu ( umur dunia ) yang telah lewat.” ( An Nihayah 1/ 195 ).

Dan tidak ada yang lebih jelas daripada sabdanya tentang telah dekatnya kiamat,” Saya diutus bersamaan dengan kiamat, sungguh dia hampir mendahuluiku.” (Musnad Ahmad 5/ 348 dan Tarikh Al Umam wa Al Mukh 1/8 ). Dan ini menunjukkan sangat dekatnya hari kiamat sehingga Nabi takut akan didahului kiamat.

Read More or Baca Selanjutnya ..

MENGETAHUI HARI KIAMAT ( 2 )

Imam Ahmad, Ibnu Majah dan Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda,” Saya bertemu Ibrahim, Musa dan Isa ketika saya diisra’kan.” Beliau lalu melanjutkan,” Mereka ( Ibrahim, Musa, Isa ) membicarakan masalah kiamat. Mereka menyerahkan masalahnya kepada Ibrahim, lalu beliau ( Ibrahim ) menjawab,’ Saya tidak mengerti.’ Kemudian mereka menyerahkan kepada Musa. Beliau ( Musa ) pun menjawab,’ Saya tidak mengerti.’ Kemudian diserahkan kepada Isa. Isa a.s. lalu menjawab,’ Adapun kepastiannya, tidak ada satu pun orang yang mengetahuinya kecuali Allah, dan Tuhanku memperlihatkan bahwa Dajjal akan keluar.’ Beliau ( Isa ) berkata,’ Dan saya membawa dua potong dahan. Maka jika dia ( Dajjal ) melihatku, dia akan hancur seperti timah.’ Rasulullah saw bersabda,” Maka Allah akan membinasakannya.” ( Musnad Ahmad 5/ 289 Hadits nomor 3557, ditahqiq Ahmad Syakir dan dikatakan “ isnad”nya shahih. )

Mereka, para Nabi yang bergelar Ulul Azmi saja, tidak mengetahui kapan kiamat terjadi. Dan Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a., dia berkata,’ Saya mendengar Nabi saw bersabda ( sebulan sebelum beliau wafat ),” Engkau bertanya kepadaku tentang kiamat? Pengetahuan tentang kiamat itu hanya bagi Allah, dan saya bersumpah demi Allah tidak ada di atas bumi, manusia yang masih hidup setelah seratus tahun lagi ( yang sekarang ia masih hidup ). ( Shahih Muslim, kitab “ Keutamaan Shahabat” Bab penjelasan sabda Nabi seratus tahun lagi tidak manusia yang hidup ( yang pada waktu Nabi saw bersabda, beliau masih hidup ) 16: 90-91 ). Maksudnya hadits ini untuk menghilangkan dugaan kemungkinan Nabi saw mengetahui datangnya hari kiamat setelah ditanya Malaikat Jibril tentang kiamat itu.

Imam Ibnu Katsir berkata,” Inilah Nabi yang ummi, kepala para utusan dan Nabi yang terakhir, Nabi pembawa rahmat, penerima taubat, Nabi yang diikuti dan yang mengumpulkan manusia pada hari kiamat sebagaimana dikatakan dalam hadits shahih dari Anas r.a. dan Sahal bin Sa’id r.a.,” Saya diutus dan kiamat seperti dua perkara ini”. Lalu beliau menghimpun jari telunjuk dan jari tengahnya. Dan bersamaan dengan ini semua, Allah telah memerintahkan untuk mengembalikan masalah kiamat ini kepada Allah, apabila beliau ditanya tentang hari kiamat. Allah SWT berfirman:

“ Katakanlah,’ Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” ( QS Al A’raaf: 187 )

Dan barangsiapa yang menduga bahwa Nabi saw mengetahui kapan kiamat terjadi, maka dia amat bodoh karena Al Qur’an dan hadits menolak pendapat itu.
Ibnul Qayyim berkata,” Dan sungguh berdusta secara terang-terangan bagi orang yang menduga pada saat ini bahwa dirinya mengetahui kiamat. Hal ini disebabkan dia belum puas dengan penjelasan Rasulullah saw tentang kapan terjadinya hari kiamat. Maka perlu dikatakan kepadanya bahwa Rasulullah saw bersabda dalam kitab Jibril,” Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.
Ibnu Katsir berkata,” Apa yang tertera dalam kitab cerita Israiliyat dan ahli kitab tentang batasan ribuan dan ratusan tahun, banyak ulama yang menyalahkan, dan itu memang sikap yang tepat.” Memang terdapat sebuah hadits,” Umur dunia itu ibarat sejum’at dari beberapa jum’at di akhirat.” Hadits ini sanadnya tidak shahih, demikian juga semua hadits yang menerangkan tentang batasan umur dengan pasti mengenai hari kiamat. ( An Nihayah ).

Sebagaimana orang tidak mengetahui kapan hari kiamat terjadi, maka dia juga tidak mengetahui kapan munculnya tanda-tanda kiamat. Dan jika ada keterangan atau suatu pernyataan kiamat akan terjadi pada tahun sekian, tahun sekian, bulan ini itu, maka itu pasti dan sangat pasti itu tidak benar,dusta besar, bohong besar.

Imam Qurthubi berkata,” Bahwa segala yang diceritakan oleh Nabi saw tentang fitnah dan peristiwa dunia dan ketetapan tahun terjadinya itu membutuhkan jalan ( sanad/ riwayat ) yang benar dan meyakinkan, seperti waktu terjadinya kiamat, maka tidak ada satu orang manusiapun yang mengetahui pada tahun kapan atau bulan apa. Adapun terjadinya kiamat pada hari Jum’at ( sama dengan saat penciptaan Adam a.s. ) itu adalah pada masa terakhir. Akan tetapi hari Jum’at yang mana, tidak ada yang mengetahui kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Begitu juga ketentuan tanda-tanda zaman, tidak ada yang tahu kecuali Allah Yang Maha Mengetahui. ( Tadzkiroh Fii Ahwal Al Manta wa Umur Al Akhirah hal 678 karya Al Qurthubi ). Wallohu a’lam.

Read More or Baca Selanjutnya ..

MENGETAHUI HARI KIAMAT

Pengetahuan tentang hari kiamat itu perkara ghaib yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Qur’an dan Hadits.
Pengetahuan tentang kiamat adalah masalah yang dirahasiakan oleh Allah, dan tidak diperlihatkan kepada makhluk seperti malaikat, nabi dan rasul. Tidak ada satupun manusia yang mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi, kecuali Allah swt. Rasulullah saw sering menyebut kiamat dan permasalahannya, maka banyak orang yang bertanya tentang waktu ( kapan ) terjadinya kiamat. Rasulullah menceritakan kepada mereka bahwa itu adalah masalah ghaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, dan ayat Al Qur’an diturunkan untuk menjelaskan bahwa hari kiamat itu termasuk perkara yang dirahasiakan, sebagaimana firman Allah:

“ Mereka menanyakan kepadamu ( Muhammad ) tentang kiamat, kapankah terjadinya? Katakanlah,” Sesunguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada sisi Tuhanku. Tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan waktu datangnya selain Dia. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu selain dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah,’ Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui !.” ( QS Al A’raaf: 187 )

Allah memerintah Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan kepada manusia, bahwa pengetahuan tentang kiamat itu hanya Allah yang mengetahui. Tidak ada yang mengetahui datangnya kiamat, baik makhluq yang ada di bumi maupun di langit.
Allah swt berfirman:

“ Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah,’ Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu ( hai Muhammad ), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” ( QS Al Ahzab: 63 )
Allah berfirman:

“ ( Orang-orang kafir ) bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu ( maka ) dapat menyebutkan ( waktunya )? Kepada Tuhanmu-lah dikembalikan kesudahannya ( ketentuan waktunya ).” ( QS An Naazi’at: 42-44 )

Karena itu, ketika Jibril a.s. bertanya kepada Rasulullah saw tentang kiamat sebagaimana keterangan dalam hadits yang panjang, Nabi saw bersabda,” Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.” ( Musnad Ahmad 5/ 189 hadits nomor 3556 ). Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad saw saja tidak mengetahui kapan waktu terjadinya hari kiamat. Bahkan Nabi Isa a.s. juga tidak mengetahui kapan terjadinya kiamat, padahal turunnya Isa itu berdekatan dengan kiamat dan itu termasuk tanda-tanda kiamat besar.

Read More or Baca Selanjutnya ..

HADITS NABI TENTANG PERKARA GHAIB YANG AKAN TERJADI

Rasulullah saw telah memberitahukan kejadian-kejadian yang akan terjadi hingga hari kiamat, karena Allah swt telah memperlihatkan kepada beliau tentang perkara ghaib yang akan terjadi. Dan hadits-hadits dalam pembahasan ini sangat banyak sehingga mencapai derajat mutawatir ma’nawi. ( Asy Syifa Bi Ta’rifi Ahwalil Musthofa 1:650 oleh Qadhi Iyyadh ).

Di antaranya adalah hadits riwayat Hudzaifah, ia berkata,” Rasulullah saw telah memberikan pengarahan kepada kami dengan sebuah khutbah yang tidak ada sesuatupun yang akan terjadi hingga datangnya kiamat, kecuali disebutkan tandanya, dimengerti oleh orang yang mengetahui, dan tidak dimengerti oleh orang yang tidak mengerti. Jika ada sesuatu yang pernah saya ketahui lantas saya lupa, maka saya akan mengetahuinya lagi sebagaimana seseorang mengenal orang lain lantas ia berpisah, kemudian ia bertemu lagi, tentu ia akan mengenalnya. ( Shahih Bukhari dan Fathul Bari 11/ 994, Shahih Muslim 18/ 15 ).

Dan Hudzaifah r.a. berkata,” Rasulullah saw telah menceritakan kepadaku segala yang akan terjadi hingga hari kiamat. Maka tidak ada sesuatupun melainkan saya tanyakan, kecuali masalah keluarnya penduduk Madinah dari Madinah”. ( Shahih Muslim 18/ 16 )

Dan hal itu tidak khusus kepada Hudzaifah r.a. saja, tetapi Rasulullah saw pernah berkhutbah pada suatu hari secara sempurna untuk menjelaskan kepada para shahabat segala yang akan terjadi hingga hari kiamat. Abu Zaid Amr bin Ahtab Al Anshari meriwayatkan dari Rasulullah saw, dia berkata,” Kami pernah shalat dengan Rasulullah saw pada waktu shubuh. Kemudian Beliau naik mimbar dan berkhutbah sehingga waktu dhuhur datang, dan beliau turun untuk shalat, kemudian naik mimbar dan berkhutbah lagi hingga datang waktu ashar, kemudian beliau turun dan shalat. Kemudian beliau naik mimbar dan berkhutbah hingga matahari terbenam, lalu beliau menceritakan kepadaku suatu kejadian, sehingga kami tahu dan hafal.” (Asy Syifa Bi Ta’rifi Ahwalil Musthofa 1:650 oleh Qadhi Iyyadh ).

Dan Hudzaifah bin Yaman berkata,” Demi Allah, sesungguhnya saya manusia yang paling mengetahui setiap fitnah ( kekacauan, keburukan ) yang akan terjadi, antara saya dengan hari kiamat. Dan tidak ada bagiku kecuali Rasulullah saw merahasiakan kepadaku tentang sesuatu yang tidak diceritakan kepada orang lain selainku, tetapi Rasulullah saw pernah bersabda di sebuah majelis yang saya ada di dalamnya, tentang fitnah, maka Rasulullah saw bersabda memberikan rincian tentang fitnah. Di antaranya ada tiga yang hampir kita tidak bisa menghindari, yaitu fitnah seperti angin panas, ada yang kecil dan ada yang besar. Hudzaifah r.a. berkata,” Semua golongan itu pergi selain saya.” (Shahih Bukhari dan Fathul Bari 11/ 994, Shahih Muslim 18/ 15 ).

Ini merupakan dalil yang benar, bahwa Nabi saw telah menceritakan kepada ummatnya segala yang akan terjadi sampai hari kiamat, dan tidak diragukan lagi bahwa tanda-tanda kiamat diperoleh dari hadits tentang alam ghaib. Oleh karena itu banyak hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat dan diriwayatkan dengan berbagai lafazh dari para shahabat.

Read More or Baca Selanjutnya ..

KEHUJJAHAN HADITS AHAD DALAM AQIDAH ( 1 )

Pembahasan ini ada kaitannya dengan judul Tanda-tanda Hari Kiamat. Hal ini karena tanda-tanda itu banyak diterangkan dalam hadits ahad ( Dari segi datangnya, hadits terbagi menjadi 2: Mutawatir dan Ahad. Mutawatir maksudnya hadits tersebut diriwayatkan oleh banyak ulama yang tidak mungkin mereka dusta mulai dari awal sanad sampai akhir. Sedangkan hadits ahad, adalah kumpulan hadits selain mutawatir. ) Sebagian ulama terutama kalangan Mu’tazilah, kalangan ulama ushul dan mutakhirin mengatakan bahwa hadits ahad itu tidak dapat dijadikan pedoman dalam aqidah tetapi harus berdasarkan dalil yang qath’i yaitu ayat atau hadits Rasulullah saw.
Pendapat mereka ini harus ditolak sekuat-kuatnya, karena hadits yang perawinya terpercaya dan sampai kepada kita dengan sanad yang shahih, maka WAJIB DIIMANI dan DIBENARKAN, baik itu berupa hadits ahad maupun mutawatir. Inilah Madzhab para ulama salafush shalih berdasarkan perintah Allah swt:

“ Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak ( pula ) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan ( yang lain ) tentang urusan mereka. ( QS Al Ahzab: 36 )

Dan firman-Nya:

“ Taatilah Allah dan Rasul-Nya.” ( QS Ali ‘Imran: 32 )

Ibnu Hajar rah.a berkata,” Sungguh sudah terkenal perbuatan shahabat dan tabi’in dengan dasar hadits ahad dan tanpa penolakan. Maka telah sepakat mereka untuk menerima hadits ahad ini.” ( Kitab Fathul Bari 13/ 234 )

Ibnu Abil ‘Izzi berkata,” Hadits ahad, jika para umat menerima sebagai dasar amal dan membenarkannya, maka dapat memberikan ilmu yakin ( kepastian ) menurut jumhur ulama. Dan hadits ahad termasuk bagian hadits mutawatir. Sedangkan bagi kalangan ulama salaf tidak ada perselisihan dalam masalah ini.” ( Syarah Aqidah Ath Thohawi karya Ali bin Ali bin Abi Al Izz Al Hanafi )

Ketika Imam Syafi’i berkata,” Rasulullah saw telah menetapkan demikian dan demikian.” Lalu ada orang yang bertanya,” Bagaimana menurut pendapatmu?” Maka Imam Syafi’i berkata,” Maha suci Allah ! Apakah kamu melihat saya dalam bai’at, kamu melihat saya diikat? Saya berkata kepadamu, bahwa Rasulullah saw telah menetapkan, dan kamu bertanya kepadaku,’ Bagaimana pendapatmu?’” (Kitab Mukhtashar Ash Shawwa’iq Al Mursalah ala Al Jahmiyah wa Al Mu’aththilah 2/ 350 karya Ibnul Qayyim ). Kemudian Imam Syafi’i menjawab, “ Apabila saya meriwayatkan hadits shahih dari Rasulullah saw, lalu saya tidak mengambilnya, maka saya akan meminta kamu agar menjadi saksi bahwa akal saya telah hilang.”
Imam Syafi’i tidak membedakan antara hadits ahad atau mutawatir, hadits tentang aqidah ataupun amaliyah. Namun yang dibicarakannya hanya berkisar tentang shahih tidaknya suatu hadits. Imam Ahmad berkata,” Semua yang datang dari Nabi saw dengan sanad baik, maka kita tetapkan. Dan bila tidak tetap ( tidak sah ) dari Rasulullah saw dan kita tidak menerimanya, maka kita kembalikan urusan itu kepada Allah swt. Allah berfirman:

“ Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah ia. Dan apa yang dilarang-Nya bagimu, maka tinggalkanlah, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu sangat keras hukuman-Nya.” ( QS Al Hasyr: 7 )

Dengan demikian, Imam Syafi’i tidak mensyaratkan kecuali keshahihan hadits ( Ittihaf Al Jama’ah ).
Ibnu Taimiyah berkata,” Hadits, apabila sudah tetap ( shahih ), semua ummat Islam sepakat wajib untuk mengikutinya.” ( Majmu Fatwa Ibnu Taimiyah 19/ 85 )

Read More or Baca Selanjutnya ..

NAMA – NAMA HARI KIAMAT

Di antara fenomena terpenting tentang hari akhir adalah, Al Qur’an sering menyebutnya dengan beberapa nama. ( Ibnu Katsir menyebut hari kiamat lebih dari 80 nama ). Masing-masing nama mempunyai keistimewaan, yaitu:

1. As Sa’ah ( Hari Kiamat ). Firman Allah:

“ Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya.” ( QS Al Mukmin: 59 )

2. Yaumul Ba’ats ( Hari Kebangkitan ). Firman Allah:

“ Sesungguhnya kamu telah berdiam ( dalam kubur ) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit.” ( QS Ar Ruum: 56 )

3. Yaumud Din ( Hari Pembalasan ). Firman Allah:

“ Yang menguasai hari pembalasan.” ( QS Al Fatihah: 4 )

4. Yaumul Hasroh ( Hari Penyesalan ). Firman Allah:

“ Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan.” ( QS Maryam: 39 ).

5. Ad Daarul Akhirah ( Negeri Akhirat ). Firman Allah:

“ Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” ( QS Al Ankabut: 64 ).

6. Yaumul Tanad ( Hari Panggil Memanggil ). Firman Allah:

“ Sesungguhnya Aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil memanggil.” ( QS Al Mukmin: 32 )

7. Darul Qoror ( Negeri Yang Kekal ). Firman Allah:

“ Dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” ( QS Al Mukmin: 39 )

8. Yaumul Fashl ( Hari Keputusan ). Firman Allah:

“ Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendutakannya.” ( QS Ash Shaffat: 21 )

9. Yaumul Jami’ ( Hari Berkumpul ). Firman Allah:

“ Serta memberi peringatan ( pula ) tentang hari berkumpul ( kiamat ) yang tidak ada keraguan padanya.” ( QS Asy Syuro: 7 )

10. Yaumul Hisab ( Hari Perhitungan ). Firman Allah:

“ Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.” ( QS Shaad: 53 ).

11. Yaumul Wa’id ( Hari Ancaman ). Firman Allah:

“ Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.” ( QS Qaaf: 20 )

12. Yaumul Khuld ( Hari Kekekalan ). Firman Allah:

“ Masukilah surga itu dengan aman. Itulah hari kekekalan.” ( QS Qaaf: 35 )

13. Yaumul Khuruj ( Hari Keluar dari Kubur ). Firman Allah:

“ ( Yaitu ) Pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. Itulah hari keluar ( dari kubur ).” ( QS Qaaf: 42 )

14. Al Waqi’ah ( Peristiwa yang Dahsyat ). Firman Allah:

“ Apabila terjadi hari kiamat ( peristiwa yang dahsyat ). “ ( QS Al Waaqi’ah: 1 )

15. Al Haaqqoh ( Hari yang Pasti Terjadi ). Firman Allah:

“ Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?” ( QS Al Haaqqah: 1-3 )

16. Ath Thommatul Kubro ( Malapetaka Besar ). Firman Allah:

“ Maka apabila malapetaka yang sangat besar ( hari kiamat ) telah datang.” ( QS An Naazi’at: 34 )

17. Ash Shookhkhoh ( Suara yang Memekakkan ). Firman Allah:

“ Dan apabila datang suara yang memekakkan ( tiupan ) sangkakala yang kedua.” ( QS Abasa: 33 )

18. Al Azifah ( Kiamat ). Firman Allah:

“ Telah dekat terjadinya hari Kiamat.” ( QS An Najm: 57 )

19. Al Qari’ah. Firman Allah:

“ Hari Kiamat, apakah hari kiamat itu?” ( QS Al Qaari’ah: 1-3 )

Read More or Baca Selanjutnya ..

ESENSI IMAN KEPADA HARI AKHIR DAN PENGARUHNYA ATAS PERBUATAN MANUSIA

Iman kepada hari akhir adalah termasuk rukun iman dan akidah Islam fundamental. Karena mempercayai hari kebangkitan di akhirat merupakan pilar akidah setelah mengesakan Allah Ta’ala.

Iman kepada hari akhir dan tanda-tandanya itu termasuk percaya kepada alam ghaib yang tidak dapat dijangkau oleh rasio dan tidak ada jalan lain untuk mengetahuinya kecuali melalui wahyu. Mengingat pentingnya keimanan kepada hari akhir ini, maka Allah sering menghubungkan antara iman kepada-Nya dengan iman kepada hari akhir. Sebagaimana firman-Nya:

“ Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah dan hari kemudian.” ( QS Al Baqarah: 117 )

“ Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat” ( Ath Thalaq: 2 )

Dan banyak lagi ayat-ayat lainnya. Sedikit sekali lembaran Al Qur’an yang tidak membicarakan hari akhir serta tentang pahala dan siksaan. Kehidupan menurut Islam, tidak seperti kehidupan dunia yang pendek dan terbatas. Tidak pula seperti umur manusia yang relatif terbatas.

Sesungguhnya kehidupan menurut Islam, waktunya sangat panjang, selama-lamanya dan tempatnya langgeng dalam surga yang luasnya seperti langit dan bumi. Atau, dalam neraka yang menyiksa manusia selama-lamanya. Allah swt berfirman:

“Berlomba-lombalah kamu kepada ( mendapatkan ) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya.” ( Al Hadiid: 21 )

Dan Allah berfirman:

“ Dan ingatlah akan hari yang pada hari itu Kami bertanya kepada Jahannam,’ Apakah kamu sudah penuh?’ Dia menjawab,’ Masih adakah tambahan?’”. ( QS Qaaf: 30 )

Sesungguhnya percaya kepada Allah, hari akhir, pahala serta siksaan memberi arah yang nyata terhadap perilaku manusia untuk berbuat kebaikan. Tidak ada undang-undang buatan manusia yang mampu menjadikan perilaku manusia tetap tegak dan lurus seperti beriman kepada hari akhir. Oleh karena itu, dalam masalah ini akan ada perbedaan perilaku antara orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta dia mengetahui bahwa dunia adalah tempat mengumpulkan bekal berupa amal shaleh untuk hari akhirat, sebagaimana firman Allah :

“ Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa.” ( QS Al Baqarah: 197 ).

Dan sebagaimana komentar shahabat Umair Ibnu Hamam r.a. ( syahid pada Perang Badar ),” Menuju kepada Allah tak ada bekal lain, kecuali taqwa, amal akhirat dan sabar karena Allah dalam perjuangan. Dan semua bekal akan habis kecuali taqwa, berbuat baik dan mencari petunjuk. ( Fiqih Al Shirah. Al Ghazali ).

Nampak perbedaan antara perilaku orang beriman dengan yang tidak beriman kepada Allah, hari akhir, pahala dan siksaan. Maka bagi orang yang mempercayai hari pembalasan dia akan berbuat dengan melihat kepada timbangan langit, bukan timbangan bumi. Dan dia akan melihat hisab akhirat dan bukan hisab dunia. Dia akan mempunyai perilaku tersendiri dalam kehidupan. Kita akan melihatnya istiqomah dan dalam berpikir, iman, tabah dalam kesulitan, sabar atas bencana demi mencari pahala dan dia mengerti bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal.

Read More or Baca Selanjutnya ..

What Does This Blog Talk? Blog ini Bicara Tentang...

Blog ini dengan bangga akan memberikan informasi dan berbagi cerita tentang Tanda - tanda hari Kiamat, sebagaimana yang telah terkabarkan di dalam Al Qur'an dan hadits Rasulullah saw. Semoga bermanfaat.

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP