7. Al A'raaf : 187

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Tampilkan postingan dengan label Imam Mahdi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imam Mahdi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Mei 2010

Hadits “Tidak Ada Al-Mahdi Kecuali Isa Ibnu Maryam” dan Jawabannya

Sebagian orang yang mengingkari hadits-hadits Al-Mahdi mengemukakan alasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Tidaklah bertambah urusan melainkan semakin sulit, dunia semakin rusak, manusia semakin bakhil; dan tidaklah datang kiamat melainkan atas manusia yang paling jelek, dan tidak ada Al-Mahdi kecuali Isa bin Maryam." (Sunan Ibnu Majah 2: 1341, dan Mustadrak Al-Hakim 4: 441-442).
Alasan mereka ini dijawab bahwa hadits ini adalah dha'if karena dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Muhammad bin Khalid Al-Jundi. Mengenai Muhammad ini Adz-Dzahabi mengatakan, "Al-Azdi berkata, "Mungkar haditsnya." Dan Abu Abdillah Al-Hakim berkata, "Majhul." Dan saya sendiri -Adz-Dzahabi- me¬ngatakan bahwa haditsnya yang berbunyi Laa Mahdiyya Illaa Isa Ibnu Maryam (Tidak ada Mahdi kecuali Isa Ibnu Maryam) merupakan khabar mungkar yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah." (Mizanul I'tidall: 535).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Hadits ini dha'if. Abu Muhammad bin Al-Walid Al-Baghdadi dan lain-lainnya berpegang pada hadits ini, padahal dia ti¬dak dapat dijadikan pegangan. Dan hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Yunus dari Asy- Syafi'i, dan Asy-Syafi'i meriwayatkan dari seorang laki-laki penduduk Yaman yang bernama Muhammad bin Khalid Al-Jundi, yang dia ini tidak dapat dijadikan hujjah, dan hadits ini tidak terdapat di dalam Musnad Asy-Syafi'i. Dan ada yang me¬ngatakan bahwa Asy-Syafi'i tidak mendengarnya dari Al-Jundi dan Yunus tidak mendengarnya dari Asy-Syafi'i." (Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah 4: 211).
Mengenai Muhammad bin Khalid Al-Jundi ini Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Dia majhul (tidak dikenal)." (Taqribut Tahdzib 2: 157)
Lain lagi dengan Al-Hafizh Ibnu Katsir, mengenai masalah ini beliau berkata, "Sesungguhnya ini adalah hadits yang terkenal dengan perawi Muhammad bin Khalid Al-Jundi Ash-Shan'ani Al-Muadzdzin, guru Imam Syafi'i, yang banyak orang meri¬wayatkan hadits darinya. Dia tidak majhul sebagaimana anggapan Al-Hakim, bahkan diriwayatkan dari Ibnu Ma'in bahwa beliau menganggapnya tsiqat (kepercayaan). Tetapi sebagian perawi ada yang meriwayatkan hadits darinya dari Aban bin Abi 'Iyasy dari Al-Hasan Al-Bishri secara mursal. Syekh (guru) kami menyebutkan di dalam At-Tahdzib dari sebagian mereka bahwa dia (Muhammad bin Al-Khalid Al-Jundi) bermimpi melihat Asy-Syafi'i, dia berkata, "Yunus bin Abdul A'la Ash-Shadafi berdusta terhadap saya, ini bukan hadits saya." Saya mengatakan, "Yunus bin Abdul A'la Ash-Shadafi termasuk dalam jajaran perawi kepercayaan, dan dia tidak tercela hanya semata-mata mimpi. Zhahir hadits ini sepintas kelihatan bertentangan dengan hadits-ha¬dits yang telah kami kemukakan dalam menetapkan adanya Al-Mahdi yang selain Isa Ibnu Maryam. Sebelum turunnya Isa, maka adanya Mahdi yang bukan Isa bin Maryam adalah sangat jelas -wallahu a'lam-. Adapun setelah turunnya Isa, kalau direnungkan, maka hal ini tidak saling meniadakan; bahkan yang dimaksud dengannya bahwa Al-Mahdi yang benar-benar Al-Mahdi ialah Isa bin Maryam. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan adanya Mahdi yang lain. Wallahu a'lam." (An-Nihayah fil Fitan wal Malahim 1: 32 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini).
Abu Abdillah Al-Qurthubi berkata, "Boleh jadi yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw "Laa Mahdiyya Illaa Isaa" (Tidak Mahdi selain Isa) ialah "Tidak ada Mahdi yang sempurna dan makshum kecuali Isa." Dengan demikian maka hadits-ha¬dits tersebut dapat dikompromikan dan hilanglah kesan pertentangannya."
Saya berkata, "Seandainya hadits ini ditetapkan shahih, maka ia tidak dapat mengesampingkan hadits-hadits mengenai hadits-hadits mengenai Al-Mahdi yang ba¬nyak jumlahnya dan lebih shahih isnadnya daripada hadits ini yang masih diperselisihkan oleh para ulama mengenai shahih dan tidaknya. Wallahu a'lam."






Read More or Baca Selanjutnya ..

Orang-orang Yang Mengingkari Hadits Al-Mahdi dan Jawabannya


Telah kami sebutkan di muka sejumlah hadits shahih yang menunjukkan secara qath'i akan munculnya Al-Mahdi pada akhir zaman sebagai juru damai dan pemimpin yang adil, dan telah kami kutip pula sejumlah perkataan ulama yang menetapkan kemutawatiran hadits-hadits tentang Al-Mahdi, serta telah kami sebutkan pula beberapa buah kitab yang disusun para ulama yang membicarakan masalah Al-Mahdi secara khusus.
Tetapi sayang masih ada sejumlah penulis pada zaman ini yang mengingkari kedatangan Al-Mahdi dan mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Al-Mahdi itu tanaqudh (bertentangan satu sama lain) dan batil, dan Al-Mahdi itu hanyalah cerita fiksi ciptaan kaum Syi'ah kemudian dimasukkan dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah.
Sebagian penulis itu terpengaruh oleh pendha'ifan sejarawan Ibnu Khaldun terhadap hadits-hadits Al-Mahdi, padahal Ibnu Khaldun sendiri tidak termasuk pakar dalam lapangan ini yang layak diterima pengesahan dan pendha'ifannya. Dalam hal ini, setelah mengemukakan banyak hadits mengenai Al-Mahdi dan mencela banyak sanadnya, beliau berkata, "Inilah sejumlah hadits yang diriwayatkan para Imam me¬ngenai Al-Mahdi dan kedatangannya pada akhir zaman; sedangkan hadits-hadits itu sebagaimana yang saya ketahui tidak lepas dari kritik kecuali hanya sedikit atau sangat sedikit." (Muqaddimah Tarikh Ibnu Khaldun 1: 574).
Perkataan Ibnu Khaldun di atas menunjukkan bahwa masih ada beberapa hadits yang selamat dari kritiknya. Maka kami katakan bahwa seandainya ada sebuah hadits saja yang shahih, niscaya hal itu sudah cukup menjadi hujjah mengenai Al-Mahdi ini. Nah betapa lagi dengan hadits-haditsnya yang shahih dan mutawatir ini?
Dalam menyanggah pendapat Ibnu Khaldun, Syekh Ahmad Syakir mengata¬kan, "Ibnu Khaldun tidak memahami dengan baik istilah ahli hadits: "Al-Jarhu menqadamu 'ala at-Ta'diili." (Celaan itu didahulukan daripada pujian).
Kalau dia mau menganalisis dan memahami dengan baik istilah tersebut niscaya dia tidak akan berkata begitu. Tetapi boleh jadi dia telah membaca dan memahaminya, namun dia ingin melemahkan hadits-hadits tentang Al-Mahdi karena visi politik pada waktu itu." (ta'liq Ahmad Syakir atas Musnad Imam Ahmad 5: 197-198).
Kemudian beliau menjelaskan bahwa apa yang ditulis Ibnu Khaldun dalam pasal ini (tentang al-Mahdi) penuh dengan kesalahan mengenai nama-nama perawinya dan pengutipan cacat-cacatnya. Dan beliau beralasan bahwa hal itu mungkin disebabkan dari sikap orang-orang yang me nasakh dan kelalaian para pen tashhih. Wallahu a'lam.


Read More or Baca Selanjutnya ..

Kemutawatiran Hadits-hadits Al-Mahdi

Hadits-hadits yang telah kami sebutkan di muka di samping banyak hadits lain yang tidak kami sebutkan -karena khawatir terkesan terlalu panjang- menunjukkan bahwa hadits-hadits tentang Al-Mahdi adalah Mutawatir Maknawi. Hal ini telah dikemukakan oleh beberapa Imam dan ulama, antara lain:
1. Al-Hafizh Abul Hasan Al-Abiri berkata, "Telah mutawatir berita-berita dan telah melimpah riwayat-riwayat dari Rasulullah saw yang menyebutkan tentang Al-Mahdi bahwasanya dia berasal dari keluarga beliau, akan berkuasa selama tujuh tahun, akan memenuhi bumi dengan keadilan, bahwa Isa 'alaihissalam akan muncul dan membantu dia untuk memerangi Dajjal, dan dia mengimami umat ini melakukan shalat dan Isa shalat di belakangnya." (Tahdzibul Kamal Fi Asmair Rijal 3: 1194 karya Abul Hajjaj Yusuf Al-Maziy dan Al-Manarul Munif: 142 de¬ngan tahqiq Abdul Fattah Abu Ghodah).
2. Muhammad Al-Barzanji berkata, di dalam kitabnya Al-Isya'ah Asyratis Sa'ah yang memuat banyak sekali tanda akan datangnya kiamat dan di antaranya adalah Al-Mahdi yang merupakan tanda yang pertama kali muncul, katannya, "Ketahuilah bahwasanya hadits-hadits yang membicarakan Al-Mahdi dengan pelbagai riwayatnya hampir tak terhitung banyaknya." (Al-Isya'ah li Asyrathis Sa'ah: 87). Dia berkata lagi, "Saya tahu bahwa hadits-hadits yang membicarakan adanya Al-Mahdi dan keluarnya pada akhir zaman yang dia ini dari keluarga Rasulullah saw dari keturunan Fatimah as mencapai derajat mutawatir maknawi, maka tidak ada artinya orang mengingkarinya." (Al-Isya'ah: 112).
3. Al-'Allamah Muhammad As-Sufarini berkata, "Banyak sekali riwayat tentang akan kedatangan Al-Mahdi hingga mencapai derajat mutawatir maknawi. Hal ini sudah tersebar di kalangan ulama sunnah sehingga sudah dianggap sebagai aqidah mereka." Kemudian beliau menyebutkan sejumlah hadits dan atsar mengenai kedatangan Al-Mahdi dan nama beberapa orang sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliau berkata, "Sungguh telah diriwayatkan dari orang-orang yang menyebutkan nama sahabat dan yang tidak menyebutkan nama sahabat dengan riwayat yang banyak sekali jumlahnya serta dari para tabi'in sesudah mereka yang menghasilkan ilmu (pengetahuan) yang pasti (qath'i). Karena itu mengimani kedatangan al-Mahdi adalah wajib sebagaimana ditetapkan oleh para ahli ilmu dan dibukukan dalam aqidah Ahli Sunnah wa Jama'ah." (Lawami'ul Anwari Bahiyyah 2: 84. Dan periksa: Aqidah Ahlis Sunnah wal-Atsar, halaman 173).
4. Imam Syaukani berkata, "Hadits-hadits mutawatir mengenai kedatangan Al-Mah¬di Al-Muntazhor yang dapat dipegangi sebagai hujjah di antaranya terdapat lima puluh hadits yang terdiri atas hadits shahih, hasan, dan dha'if yang terpuluhkan kedudukannya (karena banyaknya yang shahih dan hasan); dan ini adalah mutawa¬tir tanpa diragukan dan tanpa ada kesamaran. Bahkan dalam jumlah di bawah lima puluh pun sudah dianggap mutawatir menurut istilah yang ditetapkan dalam ilmu ushul. Adapun atsar-atsar dari sahabat mengenai kedatangan Al-Mahdi ini banyak sekali jumlahnya dan dapat dihukumi marfu', mengingat tidak adanya lapangan ijtihad dalam masalah ini (yakni tidak mungkin para sahabat berani mengatakan dengan pendapatnya sendiri bahwa kelak akan datang Al-Mahdi pada akhir zaman, melainkan karena mereka mendengar keterangan dari Rasulullah saw mengenai masalah ini -AY.)." (Dari risalah Asy-Syaukani yang berjudul At-Taudhih Fi Tawaturi Maa Jaa-a Fil Mahdil Muntazhor wad-Dajjal wal-Masih sebagaimana dikutip oleh Shidiq Hasan dalam kitab Al-Idza'ah halaman 113-114 dan Al-Katani dalam kitab Nazhmul Mutanatsir minal Haditsil Mutawaatir" halaman 145-146. Dan periksa pula kitab Aqidah Ahlis Sunnah wal Atsar fil Mahdil Muntazhor ha¬laman 173-174).





Read More or Baca Selanjutnya ..

Bab II Tanda-tanda Kiamat Kubro ( Besar )

Imam   Mahdi

Pada akhir zaman akan keluar seorang laki-laki dari golongan Ahlul-Bait (keturunan Rasulullah saw) dan Allah mengokohkan Dinnul Islam dengannya pada saat itu. Dia berkuasa selama tujuh tahun. Pada waktu itu dia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kelalimann dan kezhaliman. Pada masanya umat manusia merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya; bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, langit menurunkan hujan, dan memberikan penghasilan (kekayaan) yang tak terhitung banyaknya.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Pada waktu itu banyak buah-buahan, tanam-tanaman subur, harta melimpah, kekuasaan berjalan dengan baik, agama berdiri tegak, permusuhan sirna, dan kebaikan bersemarak." (An-Nihayah Fil-Fitan wal-Ma-lahim 1:31 dengan tahqiq DR. Thaha Zaini).
Namanya dan Sifat-sifatnya
Laki-laki ini namanya seperti nama Rasulullah saw, dan nama ayahnya seperti nama ayah Rasulullah saw. Maka dia bernama Muhammad atau Ahmad bin Abdullah. Dia berasal dari keturunan Fatimah binti Rasulullah saw, dari anak cucu Hasan bin Ali ra.
Ibnu Katsir berkata tentang Al-Mahdi, "Dia bernama Muhammad bin Abdullah Al-Alawi Al-Fathimi al-Hasani radhiyallahu 'anhu." (Ibidem, halamann 29).
Dan sifat-sifat tubuhnya antara lain mukanya lebar dan hidungnya mancung.
Tempat Keluarnya:
Al-Mahdi akan muncul dari arah (kawasan) timur. Dalam sebuah hadits dari Tsauban ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
"Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu." Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: "Maka jika kamu melihatnya, berbai'atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka'bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur, bukan dari dalam bangunan di bawah tanah Samira seperti anggapan orang-orang Rafidhah yang jahil bahwa Al-Mahdi sekarang berada di sana dan mereka menanti keluarnya pada akhir za¬man. Anggapan semacam ini merupakan igauan yang hina dari syetan, karena tidak ada dalil dan keterangannya sama sekali baik dari Al-Qur'an maupun As-Sunnnah, dari perkataan atau pemikiran yang sehat maupun dari istihsam."
Selanjutnya beliau mengatakan, "Dan beliau dikukuhkan oleh penduduk masyriq (kawasan timur) yang membantunya, menegakkan kekuasaannya, dan membangun pilar-pilarnya, dan bendera mereka juga berwarna hitam, yaitu warna yang melambangkan sikap merendahkan diri, karena bendera Rasulullah saw juga berwarna hitam yang diberi nama Al- 'Uqab.... Maksudnya, bahwa Al-Mahdi yang terpuji dan dijanjikan akan muncul pada akhir zaman, kemunculannya adalah dari wilayah timur dan dia dibai'at di sisi Baitullah sebagaimana ditunjuki oleh beberapa hadits."
Dalil-dalil as-Sunnah Yang Menunjukkan Akan Kemunculannya:
Banyak hadits shahih yang menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi ini. Di antaranya ada hadits-hadits yang secara eksplisit menyebutkan Al-Mahdi dan ada pula yang hanya menyebut sifat-sifat atau identifikasinya saja. Di sini akan kami sebutkan beberapa hadits saja yang kami pandang sudah cukup untuk menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi pada akhir zaman yang merupakan salah satu tanda sudah dekatnya hari kiamat. 

1. 
 Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Pada masa akhir umatku akan muncul Al-Mahdi. Pada waktu itu Allah menurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan banyak harta (penghasilan), banyak ternak, umat menjadi mulia, dan dia hidup selama tujuh atau delapan tahun." (Mustadrak Al-Hakim 4: 557-558, dan ia berkata, "Ini adalah hadits yang shahih isnadnya, tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya." Dan Adz-Dzahabi meenyetujui pendapat Al-Hakim ini. Al-Albani berkata, "Ini adalah sanad yang shahih yang perawi-perawinya terpercaya." Silsilatul-Ahaditsish-Shalihah 2:336, hadits no. 711. Dan periksa risalah (Thesis) Abdul Alim "Ahaditsul Mahdi Fi Mizanil-Jarhi wat-Ta'dil" ha¬laman 127-128).

2.

 Juga diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
"Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan, dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainva, dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata)." Lalu ada seseorang yang bertanya kepada beliau, "Apakah yang dimaksud dengan shihah (tepat) ?" Beliau menjawab, "Merata di antara manusia." Dan selanjutnya be¬liau bersabda, "Dan Allah akan memenuhi hati umat Muhammad saw dengan kekayaan (kepuasan), dan meratakan keadilan kepada mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: 'Siapakah yang membutuhkan harta ?' Maka tidak ada seorang pun yang berdiri kecuali satu, lalu Al-Mahdi berkata, "Datanglah kepada bendahara dan katakan kepadanya, 'Sesungguhnya Al-Mahdi menyuruhmu memberi uang.' Kemudian bendahara berkata, 'Ambillah sedikit!' Sehingga setelah dibawanya ke kamarnya, dia menyesal se¬raya berkata, 'Saya adalah umat Muhammad yang hatinya paling rakus, atau saya tidak mampu mencapai apa yang mereka capai' Lalu ia mengembalikan uang (harta) tersebut, tetapi ditolak seraya dikatakan kepadanya, 'Kami tidak mengambil kembali apa yang telah kami berikan.' Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung waktu itu yang berlangsung selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam kehidupan sesudah itu." (Musnad Ahmad 3: 37. Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya secara ringkas, dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan berbagai sanad, juga diriwayatkan oleh Abu Ya'la dengan ringkas, dan perawi-perawinya terpercaya." Majma'uz Zawaid 7: 313:314. Dan periksalah "Aqi-datu Ahlis-Sunnah wal-Atsar fi Al-Mahdi Al-Muntazhar" halaman 177 karya Syekh Abdul Muhsin Al- 'Abbad).
Hadits ini menunjukkan bahwa setelah kematian Al-Mahdi akan muncul keburukan dan fitnah-fitnah yang besar.


3.
 Dari Ali ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
"Al-Mahdi itu dari golongan kami, ahli bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam." (Musnad Ahmad 2:58 hadits nomor 645 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang mengatakan, "Isnadnya shahih." Dan Sunan Ibnu Majah 2:7367. Hadits ini juga dishahkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir 6: 22 hadits nomor 6611).
Ibnu Katsir berkata, "Allah menerima taubatnya dan memberinya taufiq, memberinya ilham dan bimbingan setelah sebelumnya tidak demikian." (An-Nihayah fil-Fitan wal-Malahim 1: 29) dengan tahqiq DR. Thaha Zaini).
4.
 Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a., ia berkata : Rasulullah saw bersabda:
“ Al Mahdi itu dari keturunanku, lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan penganiayaan. Ia berkuasa selama 7 tahun.” ( Sunan Abu Daud, Kitab Al Mahdi 11:375 hadits nomor 4265. Mustadrak Al Hakim 4:557 dan dia berkata,” Ini adalah hadits shahih menurut syarat Muslim, tetapi beliau berdua ( Bukhari dan Muslim ) tidak meriwayatkannya. Adz Dzahabi berkata,” Imran, salah seorang perawinya, adalah dha’if dan Muslim tidak meriwayatkan haditsnya.” Dan mengenai sanad Abi Daud, Al Mundziri berkata,” Di dalam sanadnya terdapat Imran Al Qahthan dimana Al Bukhari menjadikan haditsnya sebagai syahid, dan dia dianggap kepercayaan oleh Affan bin Muslim Al Albani berkata,” Isnadnya hasan.” ( Shahih Al Jami’ush Shaghir 6: 22-23 hadits nomor 6612 )
5.
 Dari Ummu Salamah r.ha., ia berkata: saya mendengar dari Rasulullah saw bersabda:
“ Al Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu Fatimah.” ( Sunan Abi Daud 11: 373; Sunan Ibnu Majah2: 1368. Al Albani berkata dalam Shahih Al Jami’ush Shaghir 6:22 nomor 6610,” Shahih.” )
6.
 Dari Jabir r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda:
Isa bin Maryam akan turun, lalu pemimpin mereka, Al Mahdi, berkata,’ Marilah sholat bersama kami !’ Isa menjawab,’ Tidak! Sesungguhnya sebagian mereka menjadi Amir/ Pemimpin bagi sebagian yang lain sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini.’” ( Hadits Riwayat Al Harits bin Abu Usamah dalam musnadnya seperti disebutkan dalam Al Manarul Munif karya Ibnul Qayyim hal 147-148, dan diriwayatkan dalam Kitab Al Hawi fii Al Fatawa karya Imam Suyuthi 2: 64 Ibnul Qayyim berkata,” Hadits ini isnadnya Jayyid ( bagus ).”
7.
 Dari ‘Abdullah bin Mas’ud r.a., ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
“ Tidaklah dunia akan lenyap sehingga Negeri Arab dikuasai oleh seorang laki-laki dari ahli baitku ( keturunanku ) yang namanya sama dengan namaku ( Muhammad bin ‘Abdullah ) – ( Sumber: Musnad Ahmad 5:199 hadits nomor 3573 dengan tahqiq Ahmad Syakir, dia berkata,” Isnadnya shahih.” Dan Tirmidzi 6: 485, dan dia berkata,” Ini adalah hadits hasan shahih.” )

Read More or Baca Selanjutnya ..

What Does This Blog Talk? Blog ini Bicara Tentang...

Blog ini dengan bangga akan memberikan informasi dan berbagi cerita tentang Tanda - tanda hari Kiamat, sebagaimana yang telah terkabarkan di dalam Al Qur'an dan hadits Rasulullah saw. Semoga bermanfaat.

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP